Kamis, 10 Oktober 2019

Tugas 2 PBO - Manajemen Layout

Manajemen Layout
Nama  : Tri Novika
NIM    : 1602039
Kelas   : 16S03


Pada postingan sebelumnya kita membahas mengenai Graphic User Interface (GUI). Jadi dipostingan kali ini kita akan membahas tentang manajemen layout pada pemrograman java. Seperti biasa kita menggunakan TextPad untuk aplikasi teks editor kode program java yang akan kita buat dan pastikan kamu sudah menginstal program java di Laptop atau pun PC kamu agar dapat menjalankan program javanya. Oke langsung saja kita ke pembahasannya....

MANAJEMEN LAYOUT

Manajemen  pemasangan  komponen  (manajemen  layout)  diperlukan  untuk  mengatur penempatan komponen di dalam frame agar bisa menghasilkan bentuk interface yang  menarik.  Penggunaan  layout  manager  dalam  menggunakan  letak  komponen  juga akan  memudahkan  kita  menempelkan  komponen  pada  frame.  Java  menyediakan sejumlah  metode  layout  dalam  mengatur  penempelan  komponen  ke  dalam  frame.  Kita boleh  mengkombinasikan  beberapa  metode  agar  pemasangan  komponen  menjadi  lebih baik  dan  mudah.  Method setLayout() digunakan  untuk  mengatur  jenis  metode  yang digunakan pada saat pemasangan komponen.

1.               Metode FlowLayout
Metode  FlowLayout  menempatkan  komponen  di  frame  berdasarkan  urutan komponen-komponen  tersebut ditempelkan  ke  frame.  Penyusunan  dimulai  dari  kiri  ke kanan  dan  dari  atas  ke  bawah.  Dengan  demikian urutan  pemasukan  komponen  menjadi penting. Secara default seluruh komponen yang ditambahkan dengan metode FlowLayout akan  ditampilkan  dengan  rata  tengah,  namun  metode  FlowLayout  memiliki  konstanta LEFT, CENTER, dan RIGHT untuk mengatur perataan komponen yang diinginkan.
Untuk lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program FlowLayout. Ketiklah kode program di bawah ini di aplikasi Texpad.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;

class FLayout extends JFrame {
            JButton tombolSave, tombolEdit, tombolDelete,tombolOpen;

            public FLayout() {
            setTitle("FLOWLAYOUT");
            tombolOpen = new JButton("OPEN");
            tombolOpen.setMnemonic('O');
            tombolSave = new JButton("SAVE");
            tombolSave.setMnemonic('S');
            tombolEdit = new JButton("EDIT");
            tombolEdit.setMnemonic('E');
            tombolDelete = new JButton("DELETE");
            tombolDelete.setMnemonic('D');

            setLayout(new FlowLayout());
            add(tombolOpen);
            add(tombolSave);
            add(tombolEdit);
            add(tombolDelete);

            pack(); setVisible(true);
            setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
            }
}

public class CobaFlowLayout {
            public static void main (String[] args)
                        { FLayout f = new FLayout();
            }
}

Simpan dengan nama CobaFlowLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror, dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.

2.               Metode GridLayout
Metode  GridLayout  akan  membagi  area  layar  menjadi  sejumlah  tempat  dalam bentuk  matriks  ukuran  yang  sama.  Area  layar dibagi  dalam  format  baris  dan  kolom. Akibatnya  setiap komponen akan memiliki ukuran yang sama, tidak peduli bagaimana ukuran sebenarnya. Setiap kali terjadi perubahan ukuran frame, ukuran setiap komponen juga akan  berubah.  Pada  prinsipnya  yang  dipertahankan  adalah  jumlah  baris  dan  kolom yang telah ditentukan.
Untuk lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program GridLayout.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;

class GLayout extends JFrame {
            JButton tombolSave, tombolEdit, tombolDelete,tombolOpen, tombolCopy, tombolPaste;

            public GLayout() {
                        setTitle("GRIDLAYOUT");
                        tombolOpen = new JButton("OPEN");
                        tombolOpen.setMnemonic('O');
                        tombolSave = new JButton("SAVE");
                        tombolSave.setMnemonic('S');
                        tombolEdit = new JButton("EDIT");

                        tombolEdit.setMnemonic('E');
                        tombolDelete = new JButton("DELETE");
                        tombolDelete.setMnemonic('D');
                        tombolCopy = new JButton("COPY");
                        tombolCopy.setMnemonic('C');
                        tombolPaste = new JButton("PASTE");
                        tombolPaste.setMnemonic('P');

                        setLayout(new GridLayout(3,2));
                        add(tombolOpen);
                        add(tombolSave);
                        add(tombolEdit);
                        add(tombolDelete);
                        add(tombolCopy);
                        add(tombolPaste);

                        pack(); setVisible(true);
                        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE) ;
                        }
            }
            public class CobaGridLayout {
                        public static void main (String[] args)
                                    { GLayout g = new GLayout();
                        }
}


Simpan dengan nama CobaGridLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror, dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.

3.               Metode BorderLayout
Metode  BorderLayout menggunakan konsep arah mata angin dalam memasang komponen. Class BorderLayout menyediakan lima konstanta yang menyatakan arah mata angin, yaitu NORTH, EAST, SOUTH, WEST dan CENTER. Jika salah satu tidak digunakan, maka lokasi yang berdekatan akan menggunakan lokasi  tersebut  sebagai  perluasan  dari  wilayahnya.  Metode  ini  tidak  memperhatikan urutan pemasukan komponen.
Untuk lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program BorderLayout.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;

class BLayout extends JFrame {
            JButton tombolSave, tombolEdit, tombolDelete, tombolOpen;
            JLabel labelGambar;
            public BLayout() { setTitle("Border Layout");
            tombolOpen = new JButton("Open") ;
                        tombolOpen.setMnemonic('O');
                        tombolSave = new JButton("Save");
                        tombolSave.setMnemonic('S');
                        tombolEdit = new JButton("Edit");
                        tombolEdit.setMnemonic('E');
                        tombolDelete = new JButton("Delete");
                        tombolOpen.setMnemonic('D');
                        labelGambar = new JLabel(new ImageIcon("Image/Chrysanthemum.jpg"));
                        setLayout(new BorderLayout());
                        add(tombolOpen, "North");
                        add(tombolSave, "West");
                        add(labelGambar, "Center");
                        add(tombolEdit, "East");
                        add(tombolDelete, "South");
                        setSize(400,300);
                        setVisible(true);

setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
            }
}
            public class cobaBorderLayout{
                        public static void main (String []args) {
                                    BLayout b = new BLayout();
            }
}

Simpan dengan nama cobaBorderLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror, dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.

4.           Metode NoneLayout
Metode  NoneLayout  tidak  cukup  fleksibel  digunakan. Oleh karena itu harus mengatur lokasi tiap objek titk demi titik. Tiap objeknya ditentukan oleh koordinat di dalam  window. Jika dilihat dari hal kerapian dan kebebasan mengatur tampilan sendiri, layout ini menempati peringkat teratas dari semua alternatif layout.
Untuk lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program NoneLayout.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;

class NLayout extends JFrame {
            JButton tombolSave, tombolEdit, tombolDelete,tombolOpen;
public NLayout() {
            setTitle("NONELAYOUT");
            tombolOpen = new JButton("OPEN");
            tombolOpen.setMnemonic('O');
            tombolSave = new JButton("SAVE");
            tombolSave.setMnemonic('S');
            tombolEdit = new JButton("EDIT");
            tombolEdit.setMnemonic('E');
            tombolDelete = new JButton("DELETE");
            tombolDelete.setMnemonic('D');

            setLayout(null);
            add(tombolOpen);
            add(tombolSave);
            add(tombolEdit);
            add(tombolDelete);

            tombolOpen.setBounds(10,10,150,20);
            tombolSave.setBounds(150,15,150,20);
            tombolEdit.setBounds(100,30,150,20);
            tombolDelete.setBounds(40,50,150,20) ;

            setSize (350,200); setVisible(true);
            setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
}
}

public class cobaNullLayout {
            public static void main (String []args)
                        { NLayout n = new NLayout();
            }
}

Simpan dengan nama cobaNullLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror, dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.

Demikian Materi Latihan 2 Praktikum Pemrograman Berorientasi Objek II
Terimakasih atas kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
----***----

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar