Manajemen Layout
Nama : Tri Novika
NIM : 1602039
Kelas : 16S03
Pada
postingan sebelumnya kita membahas mengenai Graphic User Interface (GUI). Jadi dipostingan kali ini kita akan membahas tentang
manajemen layout pada pemrograman java. Seperti biasa kita menggunakan TextPad
untuk aplikasi teks editor kode program java yang akan kita buat dan pastikan
kamu sudah menginstal program java di Laptop atau pun PC kamu agar dapat
menjalankan program javanya. Oke langsung saja kita ke pembahasannya....
MANAJEMEN
LAYOUT
Manajemen pemasangan
komponen (manajemen layout)
diperlukan untuk mengatur penempatan komponen di dalam frame
agar bisa menghasilkan bentuk interface yang
menarik. Penggunaan layout
manager dalam menggunakan
letak komponen juga akan
memudahkan kita menempelkan
komponen pada frame.
Java menyediakan sejumlah metode
layout dalam mengatur
penempelan komponen ke
dalam frame. Kita boleh
mengkombinasikan beberapa metode
agar pemasangan komponen
menjadi lebih baik dan
mudah. Method setLayout() digunakan untuk
mengatur jenis metode
yang digunakan pada saat pemasangan komponen.
1. Metode FlowLayout
Metode FlowLayout
menempatkan komponen di
frame berdasarkan urutan komponen-komponen tersebut ditempelkan ke
frame. Penyusunan dimulai
dari kiri ke kanan
dan dari atas
ke bawah. Dengan
demikian urutan pemasukan komponen
menjadi penting. Secara default seluruh komponen yang ditambahkan dengan
metode FlowLayout akan ditampilkan dengan
rata tengah, namun
metode FlowLayout memiliki
konstanta LEFT, CENTER, dan RIGHT untuk mengatur perataan komponen yang
diinginkan.
Untuk
lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program FlowLayout. Ketiklah kode
program di bawah ini di aplikasi Texpad.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
class FLayout extends JFrame {
JButton
tombolSave, tombolEdit, tombolDelete,tombolOpen;
public
FLayout() {
setTitle("FLOWLAYOUT");
tombolOpen
= new JButton("OPEN");
tombolOpen.setMnemonic('O');
tombolSave
= new JButton("SAVE");
tombolSave.setMnemonic('S');
tombolEdit
= new JButton("EDIT");
tombolEdit.setMnemonic('E');
tombolDelete
= new JButton("DELETE");
tombolDelete.setMnemonic('D');
setLayout(new
FlowLayout());
add(tombolOpen);
add(tombolSave);
add(tombolEdit);
add(tombolDelete);
pack();
setVisible(true);
setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
}
}
public class CobaFlowLayout {
public
static void main (String[] args)
{
FLayout f = new FLayout();
}
}
|
Simpan
dengan nama CobaFlowLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi
kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror,
dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi
keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.
2. Metode GridLayout
Metode GridLayout
akan membagi area
layar menjadi sejumlah
tempat dalam bentuk matriks
ukuran yang sama.
Area layar dibagi dalam
format baris dan
kolom. Akibatnya setiap komponen
akan memiliki ukuran yang sama, tidak peduli bagaimana ukuran sebenarnya.
Setiap kali terjadi perubahan ukuran frame, ukuran setiap komponen juga
akan berubah. Pada
prinsipnya yang dipertahankan
adalah jumlah baris
dan kolom yang telah ditentukan.
Untuk
lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program GridLayout.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
class GLayout extends JFrame {
JButton
tombolSave, tombolEdit, tombolDelete,tombolOpen, tombolCopy, tombolPaste;
public
GLayout() {
setTitle("GRIDLAYOUT");
tombolOpen
= new JButton("OPEN");
tombolOpen.setMnemonic('O');
tombolSave
= new JButton("SAVE");
tombolSave.setMnemonic('S');
tombolEdit
= new JButton("EDIT");
tombolEdit.setMnemonic('E');
tombolDelete
= new JButton("DELETE");
tombolDelete.setMnemonic('D');
tombolCopy
= new JButton("COPY");
tombolCopy.setMnemonic('C');
tombolPaste
= new JButton("PASTE");
tombolPaste.setMnemonic('P');
setLayout(new
GridLayout(3,2));
add(tombolOpen);
add(tombolSave);
add(tombolEdit);
add(tombolDelete);
add(tombolCopy);
add(tombolPaste);
pack();
setVisible(true);
setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE)
;
}
}
public
class CobaGridLayout {
public
static void main (String[] args)
{
GLayout g = new GLayout();
}
}
|
Simpan
dengan nama CobaGridLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi
kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror,
dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi
keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.
3. Metode BorderLayout
Metode BorderLayout menggunakan konsep arah mata angin
dalam memasang komponen. Class BorderLayout menyediakan lima konstanta yang
menyatakan arah mata angin, yaitu NORTH, EAST, SOUTH, WEST dan CENTER. Jika
salah satu tidak digunakan, maka lokasi yang berdekatan akan menggunakan lokasi tersebut
sebagai perluasan dari
wilayahnya. Metode ini
tidak memperhatikan urutan
pemasukan komponen.
Untuk
lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program BorderLayout.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
class BLayout extends JFrame {
JButton
tombolSave, tombolEdit, tombolDelete, tombolOpen;
JLabel
labelGambar;
public
BLayout() { setTitle("Border Layout");
tombolOpen
= new JButton("Open") ;
tombolOpen.setMnemonic('O');
tombolSave
= new JButton("Save");
tombolSave.setMnemonic('S');
tombolEdit
= new JButton("Edit");
tombolEdit.setMnemonic('E');
tombolDelete
= new JButton("Delete");
tombolOpen.setMnemonic('D');
labelGambar
= new JLabel(new ImageIcon("Image/Chrysanthemum.jpg"));
setLayout(new
BorderLayout());
add(tombolOpen,
"North");
add(tombolSave,
"West");
add(labelGambar,
"Center");
add(tombolEdit,
"East");
add(tombolDelete,
"South");
setSize(400,300);
setVisible(true);
setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
}
}
public
class cobaBorderLayout{
public
static void main (String []args) {
BLayout
b = new BLayout();
}
}
|
Simpan
dengan nama cobaBorderLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi
kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror,
dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi
keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.
4. Metode NoneLayout
Metode NoneLayout
tidak cukup fleksibel
digunakan. Oleh karena itu harus mengatur lokasi tiap objek titk demi
titik. Tiap objeknya ditentukan oleh koordinat di dalam window. Jika dilihat dari hal kerapian dan
kebebasan mengatur tampilan sendiri, layout ini menempati peringkat teratas
dari semua alternatif layout.
Untuk
lebih jelasnya berikut ini kita buat contoh program NoneLayout.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
class NLayout extends JFrame {
JButton
tombolSave, tombolEdit, tombolDelete,tombolOpen;
public NLayout() {
setTitle("NONELAYOUT");
tombolOpen
= new JButton("OPEN");
tombolOpen.setMnemonic('O');
tombolSave
= new JButton("SAVE");
tombolSave.setMnemonic('S');
tombolEdit
= new JButton("EDIT");
tombolEdit.setMnemonic('E');
tombolDelete
= new JButton("DELETE");
tombolDelete.setMnemonic('D');
setLayout(null);
add(tombolOpen);
add(tombolSave);
add(tombolEdit);
add(tombolDelete);
tombolOpen.setBounds(10,10,150,20);
tombolSave.setBounds(150,15,150,20);
tombolEdit.setBounds(100,30,150,20);
tombolDelete.setBounds(40,50,150,20)
;
setSize
(350,200); setVisible(true);
setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
}
}
public class cobaNullLayout {
public
static void main (String []args)
{
NLayout n = new NLayout();
}
}
|
Simpan
dengan nama cobaNullLayout.java. Jalankan program tesebut dengan fungsi
kombinasi keyboard CTRL+1 untuk mengkompile dan melihat apabila terjadi eror,
dan jika tidak terjadi error lanjutkan dengan menjalankan program dengan kombinasi
keyboard CTRL+2. Berikut Hasil program yang kita jalankan.
Demikian Materi Latihan 2 Praktikum Pemrograman Berorientasi Objek II
Terimakasih atas kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
----***----
Wassalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar